6 fakta Unik dari Daniel James, Punggawa Baru Manchester United

Merekrut pemain merupakan salah satu hal yang sangat wajar dan dibutuhkan bagi sebuah tim sepakbola, merekrut pemain dilakukan untuk menambah amunisi dalam sebuah tim. Pada bursa transfer pemain musim panas ini, Manchester United juga tidak kalah mendatangkan pemain baru ke Old Trafford.

                Pemain baru tersebut adalah Daniel James. Bagi Anda yang belum mengenal lebih dekat siapa sosok punggawa baru dari tim sepakbola raksasa Manchester United ini, maka informasi 6 fakta unik dari Daniel James ini bisa Anda jadikan referensi. Dan berikut informasi selengkapnya untuk Anda.

Siapa sih sosok pemain sepakbola Daniel James?

                Daniel James merupakan seorang pemain sepakbola asal Wales, Inggris. Lahir pada 10 November 1997, Daniel James merupakan sosok pemain muda berbakat calon bintang masa depan. Masih berusia 21 tahun, peluang dari Daniel James sebagai calon pemain bintang masa depan masih terbuka sangat lebar.

                Sebelum direkrut dan teken kontrak dengan The Red Devils, Daniel James merupakan salah satu punggawa dari tim sepakbola Swansea. Ketajaman Daniel James di Swansea terbukti dengan fakta bahwa dari 33 pertandingannya bersama Swansea ia berhasil mencetak 4 (empat) gol dan juga 9 (sembilan) assist gemilang.

6 Fakta Unik Daniel James yang Harus Anda Simak

                Sebagai punggawa baru Togel dari Manchester United, fakta unik dari Daniel James rasanya perlu untuk Anda simak. Dan berikut ini informasi selengkapnya:

  1. Memiliki Kecepatan Super

Fakta unik pertama yang dimiliki oleh Daniel James adalah perihal kecepatannyadan kegesitannya menggocek bola. Salah satu momen paling diingat oleh publik adalah saat ia mencetak gol saat melawan Brentford. Saat itu sebelum mencetak gol ke gawang lawan, ia mampu berlari dan melewati beberapa pemain dengan kecepatan sprinter luar biasa.
Saat sprinter itu, James mengaku bahwa kecepatan maksimum yang ia keluarkan  pada saat itu adalah 36km/jam. Tentunya dengan torehan kecepatan semacam ini, ia hampir melewati rekor dunia yang sebelumnya telah dimiliki oleh Arjen Rooben yaitu sekitar 37km/jam.
Dengan bakat kecepatan dan kegemilangan itulah yang membuat Manchester United meliriknya sehingga menggelontorkan dana sebesar £15 (lima belas juta poundsterling) untuk memboyong pemain sepakbola muda dari Swansea ke Old Trafford ini.

  • Memiliki Sifat Rendah Hati

Fakta unik dari pemain sepakbola Daniel James, adalah sifatnya yang rendah hati. Sifat rendah hatinya ini tampak seperti saat ia seringkali dibandingkan dengan punggawa Paris Saint German yaitu, Kylian Mbappe yang memang dikenal sangat lincah dan cepat di lapangan.

Dengan halus, James selalu menolak ketika dibandingkan dengan Mbappe, ia berujar bahwa itu terlalu berlebihan. Dan ia pun enggan untuk besar kepala. Menurutnya ia masih harus melewati banyak latihan dan kerja keras untuk dapat menyamai level dari Mbappe, walaupun dia tetap merasa bangga karena dapat disamakan dengan Mbappe.

  • Merasa Sudah Saatnya Bertransformasi

Kelincahan dan kecepatan Daniel James membuat manajer Swansea yaitu Graham Potter merasa jika ia memang sudah saatnya bertransformasi. Yang mana transformasi ini dimaksud untuk memperkuat tim-tim sepakbola kelas elit di Liga Inggris.

  • Hampir diboyong Leeds United

Sebelum jatuh ke Manchester United, sebenarnya Leeds United merupakan salah satu tim sepakbola yang berpeluang besar untuk memboyong Daniel James. Bahkan, James sudah melaksanakan tes kesehatan ke Leeds. Akan tetapi, Swansea akhirnya menjatuhkan pilihan untuk melepas James ke Manchester United.

  • Mendapatkan Apresiasi dari Ryan Giggs

Dengan bergabungnya Daniel James ke Manchester United tidak hanya menaikkan kelas permainan sepakbola yang ia miliki tetapi juga semakin membuka peluang untuk lebih dikenal dan diapresiasi atas kemampuan dan bakat yang James miliki.

Apresiasi untuk Daniel James bahkan datang dari salah satu mantan pemain legendaris Manchester United yang juga berasal dari Wales yaitu, Ryan Giggs. Giggs sangat mengapresiasi bakat dan kemampuan yang dimiliki oleh Daniel James. Bahkan ia juga mengatakan bahwa melihat kualitas calon pemain besar masa depan pada diri James.

  • Memiliki Cita-cita ingin Seperti Sterling

Ternyata usut punya usut, pemain idola dari sosok Daniel James justru berasal dari salah satu pemain rival abadi MU loh, yaitu, Raheem Sterling yang berasal dari Manchester City. Daniel James berujar bahwa ia ingin mencontoh kecepatan dan ketajaman dari Sterlling, dan meski bukanlah hal yang mudah namun James bersiap diri untuk bekerja keras untuk bisa berada satu level dengan Sterling.

                Itulah 6 fakta unik dari pemain baru rekrutan Manchester United, Daniel James. Di usianya yang masih muda memang peluang dari James masih terbuka lebar untuk menjadi calon pemain sepakbola besar dimasa mendatang. Lalu mari kita tunggu saja kejutan apalagi yang akan James bawa di Old Trafford.

Perjalanan Paul Pogba dan Kemrosotan Manchester United

Setiap pecinta sepak bola, apalagi mengkuti berjalannya klub dunia pasti mengenal sesosok Paul Pogba. Seorang pesepak bola asal Perancis yang saat ini berkesempatan berkarir di Manchester United. Pria berkelahiran tahun 1993 ini dikenal sangat terampil sebagai penyerang maupun bertahan. Bahkan masuk sebagai deretan pemain profesional dunia.

Mula-mula hobinya ini ditekuni sejak berumur enam tahun dengan bergabung salah satu klub sepak bola local yang bernama Roissy-en Brie. Bermain di klub sepak bola junior local selama enam tahun lamanya hingga di usia dua belas tahun bergabung dengan tim junior Torcy FC dan beberapa klub setempat.

Keseriusannya ditekuni dengan masuk ke akademi sepak bola Manchester United dan sempat bermain untuk klub ini, ketika diusianya yang menginjak tujuh belas tahun. Namun hanya diberi kesempatan dalam pertandingan sebanyak tiga kali saja. Karena merasa kurang berkembang pada akhirnya data sgp memutuskan untuk pindah ke Serie A Italia, masuk ke Juventus FC.

Paul Pogba Mendapat Julukan “Si Gurita”

Di sana ia mendapatkan julukan yang menarik “Si Gurita” berkat kakinya yang panjang dan piawai saat tackling dan berlari mengejar bola. Pesatnya sepak terjang Paul Pogba di Juventus menghantarnya menjadi pemain inti klub. Paul Pogba selalu menampilkan performanya di lapangan hijau saat berperan menyerang atau pun bertahan.

Karena permainannya yang selalu memukau dan meningkat, Paul Pogba dilirik berbagai klub elit lain di Eropa. Manchester United yang sebagai mantan tempatnya berlatih dan bermain pun meliriknya kembali. Bahkan secara terang-terangan menyatakan tertarik kembali meminang Paul Pogba untuk bergabung kembali ke klub. Demi menunjukkan pada rivalnya yaitu Manchester City.

Pada akhirnya berhasil direbut kembali untuk memperkuat Manchester United dibawah pelatih Jose Morinho. Namun malah yang terjadi saat berpindah kembali Paul Pogba membuat banyak permasalahan. Sepertinya ada dendam masa lalu pada klub ini, terutama pada saat dulu dilatih Sir Alex Ferguson. Ada beberapa alasan yang menyebabkan seharusnya Paul Pogba pergi dari Old Trafford untuk kedua kalinya.

Sorotan Media Yang Terlalu Sentris

Kehadiran Paul Pogba ke klub lamanya justru menimbulkan banyak polemik bagi pemain lain, karena seakan Manchester United hanya terpusat padanya. Dirinya menjadi pusat perhatian media, opini publik hingga manajemen klub. Semenjak inilah, pada periode kedua kesempatannya di Manchester United seolah diidentikan dengan adanya Paul Pogba.

Yang paling miris ketika ketika menang berlaga, hanya Paul Pogba yang disebut bermain baik. Tetapi juga ketika mendapat kekalahan hanya terfokus ke permainan Paul Pogba. Walaupun seharusnya merata pada semua pemain karena memiliki andil yang sama. Semakin lama semakin menyebabkan permasalahan besar pada aksi klub di lapangan.

Seandainya Paul Pogba hengkang mungkin sorotan media, publik, dan manajemen menjadi lebih kolektif dan merata. Sehingga tidak ada lagi keirian antar pemain yang menyebabkan perpecahan. Pada akhirnya permasalahan ini dipikirkan matang hingga diselenggarakannya pembukaan pemain atau akulturasi baru di bursa transfer.

Virus Yang Terus Meluas

Gaya permainan Paul Pogba yang terkesan sensasional karena penuh drama terlihat ketika tim dilanda kekalahan. Ekspresi tetap rileks ditunjukkan oleh pemain ini dengan tetap bergaya dan elegan hingga selesainya sorotan kamera. Inilah yang kemudian menyebabkan perasaan tidak enak dari pemain lain menyebabkan kelesuan tidak lagi merajai di lapangan.

Fenomena ini menujukkan kurangnya keseriusan manajemen klub dalam memperbaiki kualitas permainan, melainkan malah meningkatkan popularitas dengan menjual drama sensasional. Meskipun baik untuk promosi dan ketenaran klub di mata media. Tetapi sangat buruk bagi perkembangan tim jangka panjang. Karena akan lebih berdampak negatif menyebabkan kemunduran klub.

Beberapa sikap Paul Pogba menunjukkan yang tidak seharusnya. Pada saat Jose Mourinho dipecat oleh klub, pria ini malah memposting foto dengan wajah tersenyum dan caption yang tidak seharusnya. Hal ini menunjukkan sikapnya yang merendahkan unsur-unsur yang ada di klub. Bahkan pelatihnya sendiri.

Meskipun pada akhirnya ia meminta maaf dan melakukan klarifikasi apabila tindakan itu merupakan settingan tim manajemen guna meningkatkan popularitas klub. Tindakannya sudah dinilai publik melecehkan dan kemudian muncul rasa tidak respek padanya.

Keuntungan finansial Bagi Klub

Penjualan pemain di bursa jual pasti akan mendatangkan keuntungan bagi klub. Apalagi jika dirasa secara rasional tidak menguntungkan. Akibat ulahnya sendiri, seharusnya Paul Pogba dijual pada bursa pemain. Meskipun pada saat itu pembelian Paul Pogba dari Juventus tercatat sebagai rekor transfer senilai delapan puluh Sembilan poundsterling.

Jikalau dijual pun seharusnya jika turun tidak sejauh pada nilai pembeliannya. Karena kehadiran Paul Pogba selalu dicitrakan baik sebagai pesepak bola fenomenal. Sehingga nantinya uang dari penjualannya bisa untuk menggantikan pemain baru yang lebih cocok untuk klub.

Terfokus Kembali Berbenah Permainan

Pengalaman buruknya di tahun 2018 tim-tim rivalnya mampu menembus final di turnamen antar klub di Eropa, berada di zona Champions League. Pembahasan mengenai Manchester United malah pada sejarah buruk yang membuatnya turun.

Apalagi saat ada penyataan Paul Pogba dan manajemen tim yang justru mementingkan marketing brand. Sudah seharusnya Manchester United melenggang lagi di setiap turnamen seperti pada masanya. Berbenah diri agar bisa berjejer dengan rivalnya lagi, bahkan bisa di atasnya.